Chrisye : 5 Album Terbaik Chrisye 1976-1979

GURUH GYPSI 1976

Kaset Guruh Gypsi Guruh Gypsy 
Pramaqua 
1976
Album yang berisi 7 komposisi ini menjadi album paling inovatif. Sebuah langkah yang berani untuk mencoba eksperimen yang di waktu itu belum ada yang melakukannya. sebuah album yang memadukan kultur musik Bali dengan musik art rock yang saat itu menjadi wacana yang banyak mengundang apresiasi."Chopin Larung" serta "Smaradhana" menjadi komposisi paling diminati hingga saat ini. Atau nikmati eksperimen lagu "Indonesia Mahardika" yang berdurasi 15:44 menit serta "Geger Gelgel" dengan durasi 12:16. Album yang muncul saat yang lain belum berani melakukan terobosan seperti mereka. Album ini awal 2007 lalu membuat geger para kolektor karena sebuah label bernama Shaddoks dari Jerman merilis (atau"membajak") album ini secara esklusif dalam format vinyls/piringan hitam.
 Sementara setiap personil Guruh gypsi mengaku tidak  
 mengetahui hal itu. 

JURANG PEMISAH 1977

kaset jurang pemisahJurang Pemisah
Pramaqua
1977
Yockie Surya Prayogo membuat album proyek album yang sarat kental dengan sentuhan musik art-rock melalui album Jurang Pemisah bersama Chrisye. Album yang juga melibatkan dua personil God Bless,gitaris Ian Antono serta drummer Teddy Sujaya. Ada 9 komposisi di album yang dirilis Pramaqua ini. Tujuh lagu dinyanyikan oleh Chrisye. Sementara Yockie-yang mendapat pendidikan musik klasik dari Muchtar Emput dan menulis partitur dari Idris Sardi juga ikut menyanyikan lagu "Harapan" dan "gerutu Menggerutu". Lagu yang menjadi kekuatan utama Chrisye di album ini terletak pada "Jeritan Seberang" serta "Jurang Pemisah" yang memamerkan akrobatik kibor Yokie dibagian intro.
 
BADAI PASTI BERLALU 1977


Badai Pasti Berlalu
Irama Mas
1977
Album soundtrack paling penomenal dalam sejarah musik Indonesia. Album ini menjadi soundtrack film "Badai Pasti Berlalu" dan di bintangi oleh Christine Hakim,Roy Martin
Slamet Raharjo.Film memperoleh piala Citra untuk editing, fotografi,editing suara,dan musik di FFI 1978 yang berlangsung di Ujung Pandang.

Eros Jarot serta Yockie menjadi pilar utama dalam pembuatan album ini. dengan kekuatan lirik serta melodi lagu yang membius akhirnya lagu-lagu yang tertuang dalam "Badai Pasti Berlalu" berhasil dipoles dengan indahnya oleh Yockie. Pula dengan penampilan vocal teduh Chrisye dan vocal memukau Berlian Hutauruk yang berhasil lebur dalam setiap adegan di film ini. Fariz RM ikut membantu proyek album ini sebagai pemain drum. Tahun 1999 album ini kembali dirilis dengan Edwin Gutawa sebagai musik director menggantikan posisi Eros Jarot dan Yockie Suryaprayogo. 


SABDA ALAM 1978


Sabda Alam
musika Studio
1978
Waran Sabda Alam masih banyak terpengaruh oleh nuansa yang dibangun dalam album Badai Pasti Berlalu. Juga dengan kehadiran komposisi "Smaradhana" yang pertama muncul di album Guruh Gypsi. 

Komposisi yang awalnya cuma memiliki durasi waktu sekitar 2:28 menit dibuat panjang menjadi 3:39. juga terdapat lagu "Kala Sang Surya Tenggelam" dan "Anak jalanan" karya Guruh. 

Ada juga Junaedi Salat yang membantu proses kreatif pembuatan lagu di album perdana Chrisye yang secara total menjadi album solonya. Chrisye juga memainkan bass dan gitar di album ini.



PERCIK PESONA 1979


Percik Pesona
Musica Studio
1979
Drummer muda berbakat Fariz RM kembali ikut dalam proyek album Chrisye. Selain Yockie dan Guruh yang masih setia membantu membuat aransemen dan lirik bagi Chrisye.  Mulai terlihat pergeseran dan musik-musik yang banyak dipengaruhi aransemen art-rock menjadi pop romantis yang kelak menjadi kekuatan Chrisye.
Simak bagaimana "Angkuh" "Dewi Khayal "serta "Lestariku" menjadi genre yang terus lekat dengan sosok Chrisye.
                  
 "Sumber:Majalah Rolling Stone.Mei.2007"

 
DIJUAL BUKU-BUKU KUNO / LAMA ... !!!


No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.