Pemindahan Instalasi Militer
Dari Surabaya Ke Bandung





Dalam rangka memantapkan pertahanan militer Kolonial Belanda itu,maka secara bertahap sejak tahun 1898,Pabrik Mesiu di Ngawi dan Artilerie Constructie Winkel (A.C.W.) atau disebut pabrik Senjata (Pindad sekarang) di Surabaya, semua dipindahkan ke Kota Bandung.

Pemindahan Instalasi Militer dari Ngawi dan Surabaya ke Bandung seperti transmigrasi " Bedol desa'.
Bukan hanya mesin dan peralatan saja yang di angkut dan pindahkan ke Bandung,tapi terdiri  dari pada 'crew' terdiri teknisi, pegawai karyawan beserta seluruh keluarganya. Semua di angkut ke Bandung. 
Adapun lokasi yang dipilih bagi penempatan Pabrik Senjata (ACW) terletak di Desa Kiaracondong. Kira-kira 5 Km sebelah timur batas Kota Bandung,yang kala itu baru sampai Simpang Lima.

Jalan dari kota ke arah pabrik senjata Kiaracondong,mesih jalan-tanah tanpa pengerasan,dengan lahan sawah,kebun tebu dan rawa dikanan Masih sepi,belum ada rumah penduduk disepanjang jalan itu. Jarang sekali Delman atau sado dari kota menuju kesana.
Untuk menampung para pegawai dan karyawan Pabrik Senjata, dibangun daerah pemukiman baru di Kiaracondong. Kampung pemukiman Arek-Arek Suroboyo itu kemudian disebut " Babakan Surabaya "(Babakan=Kampung baru).

Masih di sekitar Kiaracondong,dapat dijumpai pula Kampung Jawa yang sekarang tempatnya dekat Pabrik Gas. Kampung tempat hunian orang Jawa itu, mudah kita temui pada Peta Gemeente Bandoeng tahun 1920.

Pusat kegiatan sosial-ekonomi penduduk kota yang dekat dengan kediaman orang Jawa itu adalah Pasar Kosambi. Di pasar itu mereka berdagang atau berbelanja,karena Pasar Cicadas dan Kiaracondong belum ada pada waktu itu.
Itulah sebabnya,di pasar Kosambi jaman baheula,orang bisa membeli segala macam makanan Jawa tempo doeloe, seperti, Gudeg,pecel,rujak cingur, botok, buntil, gatot, tiwul, cenil sampai grontol. Begitu juga jamu-jamuan seperti: jamu gandring,binteng jahe sampai rokok klembak menyan yang asapnya bikin puyeng setan,dijual orang di Pasar Kosambi tempo doeloe.

Sumber Wajah Bandoeng Tempo Doeloe:Haryoto Kunto 1984.






DIJUAL BUKU-BUKU KUNO / LAMA ... !!!


No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.